• pasang iklan

Peserta BPJS Sabarlah Mengantri

Friday, July 10, 2015
Tapi tahukah anda kenapa ngantrinya lama? Tahukah anda kenapa pasien mau dirawat ruangan penuh? Tahukah anda kenapa pasien BPJS kesulitan mencari ruang perawatan intensif? Tahukah anda kenapa mau kemoterapi saja harus rujuk ke RS Pusat?
Tahukah anda kenapa pasien harus mau nambah atau terpaksa menerima obat seadanya? Tahukah anda kenapa mau operasi amandel saja harus dirujuk ke RS yang lebih besar? Tahukah anda kenapa ada pasien saya yang akhirnya memilih istrinya berobat kemo pake uang sendiri?
Pasien terpaksa harus antri lama dari subuh pulang sore hari karena pembiayaan rawat jalan terpaksa harus dipisah, kalau dalam 1 episode rawat pemeriksaan dokter disatukan dengan lab + pemeriksaan penunjang lainnya bangkrut nanti rumah sakitnya. Jadi terpaksa hari ini mampir ke dokter, 3 hari lagi periksa Ro, 3 hari lagi periksa lab, 3 hari lagi baru bisa mampir lagi ke dokternya. Coba jalankan sesuai aturan semuanya disatukan dihari yang sama, biaya total 1 juta, cuma diganti 300 ribu. Pasti ambruk RS-nya.
Rumah sakit banyak yang penuh karena banyak banyak pemeriksaan diagnostik ditanggung jauh dibawah tarif normal. Sehingga untuk pemeriksaan rawat jalan seperti CT lain-lain (Misal CT Angio), Imaging lain-lain (Misal SPECT MPI), Echocardiography, dan banyak pemeriksaan lainnya terpaksa dirawatkan agar RS bisa untung. Coba lakukan pemeriksaan CT-Angio (CT Pembuluh Jantung) normal 3-4 juta cuma diganti 600 ribu. Pasti ngga ada uang sisa untuk maintenance alat kalaunya rusak, apalagi untuk bayar hutang RS.
Pasien BPJS harus dipulangkan cepat dan akan kesulitan cari ruang intensif karena perawatan lama / perawatan di ruang intensif butuh biaya besar. Sehingga banyak RS yang membatasi jumlah pasien BPJS yang bisa dirawat di ruang intensif-nya. Kalau ikut aturan biaya rawat 50 juta cuma diganti 20 juta oleh BPJS. Pasti ambruk juga rumah sakitnya.
Pasien harus dirujuk kemoterapi ke RS Rujukan Pusat karena obat kemoterapi dihargai BPJS dengan harga e-catalog. Tapi perusahaan besar farmasi yang mau jual stoknya banting harga dengan harga e-catalog sangat terbatas. Jadi obat-obatan kemo untuk keganasan, fibrinolitik untuk serangan jantung / stroke, dan obat-obatan lain yang mahal mau stok juga ngga bisa, mau diberikan obat-obatan yang dibeli dengan harga normal dan RS menanggung selisihnya? Bahkan beberapa RS sengaja tidak menyediakan obat-obatnya dengan maksud menekan biaya. Coba itu obat kemo 38 juta diberikan tapi cuma diganti 10 juta, atau obat fibrinolitik untuk serangan jantung seharga 5 juta tapi cuma diganti 900 ribu. Pasti bangkrut RS-nya…
Operasi amandel harus dirujuk karena tarifnya untuk RS kelas C/D sangat rendah. Tindakan capai berisiko tinggi dokternya cuma dibayar 300 ribu. Akhirnya dirujuk ke RS sebelah yang kelasnya lebih besar karena disana plafonnya lebih besar. Sama saja untuk beragam jenis operasi lain. Coba semua kasus operasi yang minus dikerjakan tanpa dibatasi jumlahnya. Pasti dokter nya kecapaian tapi upahnya ngga dikasih RS karena memang RS-nya nombok tiap kali ada operasi tersebut.
Pasien saya memilih istrinya berobat kemoterapi sendiri karena sebelum kemo istrinya harus periksa lab, konsul ke bagian lain, periksa pemeriksaan penunjang di hari yang berbeda, antri dari subuh, pulang sore. Beberapa pemeriksaan yang mahal RS-nya meminta agar istrinya dirawatkan agar tidak nombok, tapi sudah antri berkali-kali tidak kunjung kebagian ruangan karena beragam alasan diatas. Sampai akhirnya keadaan istrinya tambah parah. Karena kasian akhirnya beliau memilih berobat swasta. Sehari periksa ini itu besoknya langsung bisa di kemo.
BPJS memang sangat membantu, tapi jangan dipungkiri sistem ini masih jauh dari sempurna dan perlu diperbaiki secepatnya. Bukan saya yang bakalan jadi korban. Tapi pasien, dan pasien itu bisa jadi istri, anak, orangtua atau bahkan anda.
Kalau Ria Irawan yang berobat, insyallah semua dimudahkan. BPJS memang butuh kampanye positif dari tokoh terkenal kok.
Tapi kalau anda atau saya berobat? Pasti sama saja harus sabar antri, sabar menunggu ruangan, sabar menunggu tindakan, sabar dirujuk, sabar menanti ketidak jelasan penyakit yang diderita.
Semoga bisa secepatnya dirubah ya sistemnya.

Kontak Admin :


HP : 081270310506

BBM Barcode

27 Juni 2014

Statistik

  • Iklan hari ini:42
  • Iklan kemarin:39
  • Total Iklan:578
  • Kunjungan hari ini:3398
  • Total Kunjungan:6799341